GUNUNGKIDUL – Di saat mayoritas masyarakat merayakan pergantian tahun dengan pesta kembang api, santri di Panti Asuhan (PA) Habiby Yogyakar...
![[headerImage]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEERXCdMcgepjbFO_Lv1AOP8h4POYvh3-QMgsHsxoN8oJvn_vDqBjsjELynQN3g2RCViUpjydEIxh6ml2XlVCLMSQRvR1vF8KFWnFZWLwnyctOOWzaR-4UyGtRXrXXpKHfAJicQ-BlImTvrykQtINJsL-aZcpEBWmI6k3UBks1Kk3QWvWZf37Movn-FBg/s16000/WhatsApp%20Image%202026-01-04%20at%2010.01.13.jpeg)
GUNUNGKIDUL – Di saat mayoritas masyarakat merayakan pergantian tahun dengan pesta kembang api, santri di Panti Asuhan (PA) Habiby Yogyakarta justru memilih "berkhalwat" dengan ilmu. Terhitung sejak Rabu (31/12/2025) hingga Jumat (2/1/2026), mereka terjebak dalam jadwal matrikulasi pelajaran pondok yang padat di Komplek Panti, Gading VI, Playen, Gunungkidul.
Program intensif yang dipandu langsung oleh Ustadz Fajar selaku pengasuh panti ini bertujuan untuk memperkuat fondasi keilmuan santri, sekaligus menjadi syiar bagi masyarakat luas tentang kedisiplinan pendidikan di lembaga ini.
Uji Nyali dan Fisik: Belajar dari Pagi hingga Malam
Materi yang diberikan pun tidak main-main, yakni fokus pada pendalaman Fikih dan Adab. Para santri dipaksa memeras otak dengan jadwal yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB, berlanjut selepas Zhuhur hingga Ashar, dan ditutup dengan sesi malam yang khusyuk.
Intensitas tinggi ini diakui cukup menguras energi para santri. Namun, kelelahan itu terbayar dengan kepuasan batin setelah menguasai materi yang diberikan.
"Luar biasa Ustadz, lumayan menguras tenaga," ungkap Natan, Abiy, dan Fahril, santri PA Habiby yang tampak serius namun penuh semangat mengikuti setiap sesi materi.
Drama Pohon Jati Tumbang dan Respon Cepat GRS
Ujian kesabaran santri benar-benar diuji pada hari kedua matrikulasi. Sebuah dahan pohon jati besar dilaporkan tumbang dan menimpa kabel utama yang mengalirkan listrik ke area panti. Akibatnya, pemadaman listrik total terjadi di tengah jalannya proses belajar-mengajar.
Meski harus belajar dalam keterbatasan, semangat para santri tak surut. Situasi darurat ini akhirnya berhasil ditangani pada hari Jumat setelah Gading Rescue Squad (GRS) dan pihak PLN turun tangan melakukan evakuasi pohon serta perbaikan instalasi kabel.
Membuka Pintu Bagi Kader Umat
Ustadz Fajar menegaskan bahwa kegiatan matrikulasi ini merupakan cerminan dari kurikulum yang serius namun penuh kekeluargaan di Panti Asuhan Habiby. Ia berharap, keterbukaan informasi mengenai kegiatan ini dapat menarik minat orang tua dan masyarakat untuk menitipkan pendidikan putra-putrinya di sini.
Bagi para donatur, keberhasilan program ini adalah bukti nyata bahwa setiap dukungan yang diberikan bertransformasi menjadi semangat belajar yang luar biasa bagi para santri, bahkan di tengah tantangan fisik dan keterbatasan fasilitas saat terjadi musibah kecil di lapangan.


.jpeg)
.jpeg)
